Thursday, 20 August 2015

Tengok Rumput Hijau Tetangga yang bernama Singapore

Singapura. Siapa sih yang gag kenal singapura? Rasa-rasanya hampir semua orang di penjuru negeri kenal degan negeri mungil yang sering dijuluki dengan negara singa. Negeri kepulauan kecil yang terletak di sebelah kepulauan Riau merupakan contoh nyata bagi Indonesia untuk belajar dalam banyak hal. Mulai dari ekonomi, etos kerja, kebersihan dll. Bahkan dalam hal pariwisata pun kita masih banyak belajar.
Btw sebenernya ini postingan cukup lama, namun lumayan bisa jadi bahan bacaan tentang travelling kesana.  Kunjungan kesana lebih dari sekedar kunjungan karena banyak yang bisa dipetik dari majunya negeri singa. Kalau kamu memang ingin mencoba keluar negeri, Singapura merupakan tujuan yang paling dekat dan gampang, meskipun biaya sedikit mahal. (Tiket pesawat murah, akomodasi dan makanan cukup mahal).
Meskipun mahal, banyak objek wisata disana yang ditawarkan gratis. Seperti Garden by the bay, Patung Merlion, Chinatown, Little India, dll. Beberapa tentunya berbayar seperti USS dan Madame Tussaud (baru buka Oktober 2014) yang harganya mencapai puluhan dollar atau ratusan ribu rupiah.
Salah satu bagian dari Bandara Changi
Toilet aja dinilai :D
Banyak penerbangan murah kesana diantaranya dengan harga standar PP sekitar 1 juta. Mungkin kalau kamu bisa lebih cerdik, harga PP dibawah 500ribu pasti dapat. Suasana negeri maju mulai terasa di Bandara Changi. Sebagai salah satu Bandara terbaik Dunia yang sangat luas, yang aku lihat paling beda adalah toilet. Disini toiletnya sangatlah bersih bahkan ada penilaian kepuasan tamu terhadap toilet. Mantap!



Begitu sampai disana, banyak penginapan murah ala backpacker yang bisa kamu dapat. Beberapa area penginapan murah di Bugis Street (rekomendasi karena dulu menginap di Bugis), china town, Lavender dan Little India. Namanya kedengaran seperti suku Bugis di Sulawesi selatan karena konon dulunya orang bugis merantau ke daerah sana dan sukses di bidang perdagangan. Bisa pesan penginapan murah dulu atau langsung go show meskipun harga pesan langsung sedikit lebih mahal. Tips kalau belum pesan penginapan tulis saja nama penginapan manapun di Singapura saat tiba di Bandara. Bugis cukup dekat dari Bandara. Cukup naik MRT dari Changi, turun di Tanah Merah lalu ganti kereta ke Bugis. 
Taraaa. Jangan kaget kalau lihat banyak tulisan Latin (Melayu dan Inggris) berdampingan dengan aksara Mandarin dan Tamil, mengingat itu adalah etnis yang ada disana. Mandarin adalah yang terbesar, diikuti melayu, dan india.
Ragam bahasa di negeri singa
Makanan? Jangan khawatir dengan makanan. Bagi umat muslim, banyak makanan halal disini meskipun mayoritas orang lokal bukanlah muslim. Tapi percaya gag percaya, pengalaman seorang kawan (berkerudung) waktu memesan makanan, tiba-tiba kokinya  langsung berlari ke depan dan memberi tahu kalau makanan yang dijual tidak halal. Wow! Acungan jempol buat mereka karena mereka berani jujur! Konon kalau mereka ketahuan menjual makanan tidak halal kepada muslim, maka izin restoran atau toko bisa dicabut. Luar biasa!! (Bisa jadi pelajaran buat Indonesia yang sebagian besar masyarakatnya muslim). Tapi jangan kaget kalau harga makanan luar biasa mahal. Sekitar 3-4 kalinya Jakarta. What?? Sekali lagi sebanding dengan majunya negara ini. Tips : cobalah nasi briyani (makanan favoritku yang berasal dari India hehehe). Pakai beras basmati, berasnya lebih panjang dan tidak lengket (beda dengan beras Indonesia apalagi beras Jepang). Harganya lumayan sekitar $6-$8 lengkap bisa pakai ayam, ikan atau kambing. Maknyuss kalau kata pak bondan :)
Nasi Briyani
Mau transportasi yang enak dan murah? MRT (Mass Rapit Transit) adalah juaranya. Bayangkan di negara semaju itu, sangat sedikit orang yang -punya mobil. Hanya orang yang benar-benar kaya bin tajir bisa punya mobil. Jarang terlihat kemacetan seperti disini. Tentunya MRT adalah pengganti yang sepadan disana. Harga tiket MRT bekisar $1,5-2.5 sekali jalan. Bahkan bisa juga beli kartu paket seharga sekitar $20.  Hampir semua tempat penting disana dapat dijangkau. Karena MRT beroperasi di bawah tanah, kita cukup berjalan kaki menuju tempat tujuan begitu keluar dari stasiun MRT. Satu hal positif! Terbiasa jalan kaki! Super sekali.
Kalau mau beli tiket sekali jalan, siapkan uang receh karena akan lebih mudah daripada harus menukarkan uang kertas. Mesin tiket yang cukup canggih karena memudahkan para penggunanya. Peta MRT yang tersedia pun cukup mudah dipahami.


Peta MRT Singapore
MRT Bugis (Interchange Station)





                                                                                                                                                                                                                                                   

Pastikan foto gratis di bola dunia USS
Siang hari cocok digunakan untuk mengeksplor Singapura dengan MRT. Kantong tipis? Jangan khawatir. Cukup siapkan uang beli tiket MRT dan makan. Pastikan kunjungi saja beberapa tempat yang gratis. Bisa dimulai di Merlion Park (kalau naik MRT turun di stasiun vivo city, naik ke mall dan keluar), China town, Little India, USS (poto di bola dunianya, jalan kaki dari Merlion sekitar 15 menit), Orchard Road (Malioboronya Singapore), Kuil Sri Mariamman (Kuil Hindu tertua, baunya minta ampun wanginya) dll. Mau belanja oleh-oleh? Mustafa centre atau Bugis adalah opsi tepat. Letak keduanya cukup dekat, jalan kaki sekitar 20 menit. 
Orchard Road di malam hari
Patung Singa Merlion








Garden by the bay


Kalau ke orchard road jangan lupa beli es krim seharga $1,2 dan rasanya mak nyuss!
Jangan lupa untuk habiskan malam di Garden by the bay atau Marina bay sands. Wisata gratis sambil menikmati indahnya malam di negara ini. Suasana cukup modern memang terasa dengan gemerlapnya lampu dari gedung-gedung yang menghiasi langit Singapura. Balik ke penginapan malam atau dini hari? Jangan khawatir, negara ini aman kok. Jarang sekali ada kasus criminal.
Kalau mau backpackeran, coba kunjungi negara ini dulu baru eksplor lainnya. Karena negara ini dekat dan bahasa yang mirip (melayu, meskipun banyak yang hanya berbahasa mandarin). Tapi sepulang dari sana, akan melihat perbedaan yang menonjol dengan Indonesia. Bukannya membanggakan negeri itu, tapi seandainya Indonesia bisa menerapkan apa yang diterapkan Singapura, tentunya lebih banyak orang yang berkunjung kesini karena alam yang dimiliki jauh lebih luas dan lebih indah. Hanya saja perawatan yang masih sangat sangat kurang.
Semoga tulisan singkat ini bisa jadi panduan untuk memulai berpetualang ke luar negeri. Jalanlah keluar negeri maka kamu akan lebih bisa mengenal dunia dan negerimu sendiri hingga kamu menemukan kalau memang negerimu memang yang terindah!! Mulailah perjalananmu dari menengok tetangga sebelah yang rumputnya memang sudah sangat hijau.

(Harus keluar uang lebih untuk ketemu tokoh idola sekaligus mencoba museum Madame Tussauds seharga sekitar $30 hahaha)

Bung Karno
Jackie Chan
Barack Obama


Saturday, 15 August 2015

Nasionalisme dan Jalan-jalan dalam Selembar Foto

Jalan-jalan atau travelling selalu identik dengan hal yang menyenangkan. Wajar saja kalau hampir semua orang sangat senang begitu mereka mendapatkan waktu luang dan segera berjalan-jalan. Banyak alasan yang mendasarai itu semua diantaranya adalah untuk membuang kepenatan setelah bekerja keras, memenuhi hobi untuk menjelajah tempat baru hingga mengenal tempat baru serta mengenalkan tempat asal di tempat baru. Hal ini yang membuat semangat orang kembali selepas dari perjalanan bahkan bertambah besar dengan adanya informasi baru yg didapat maupun hobi yang tersalurkan.
Mengenal dan mengenalkan atau sering disebut dengan berbagi informasi adalah hal yang sangat penting dilakukan dalam setiap perjalanan. Setiap informasi baru yang didapat mengenai  tempat tujuan sangatlah berharga, demikian juga dengan informasi yang diberikan. Kita akan merasa bangga dengan semakin dikenalnya daerah asal kita oleh orang lain dengan cara sekedar menyampaikan hal menarik yang ada. Hal ini dapat dilakukan saat melakukan perjalanan di dalam maupun luar negeri. 
Perjalanan favorit yang dapat dilakukan adalah mendaki gunung. Perjalanan yang tentunya banyak menghadapi tantangan akan tetapi akan diakhiri dengan rasa syukur karena keindahan yang akan disaksikan. Memandang keindahan kota  dan pemandangan alam lainnya dari puncak gunung merupakan hal sederhana yang membuat rasa syukur meningkat. Disamping itu tentunya rasa nasionalisme semakin berkobar karena merasa sangat beruntung terlahir di tempat yang dikaruniai alam yang indah.
Salah satu gunung yang kami daki adalah gunung Andong yang terletak di Magelang Jawa Tengah. Dengan tinggi tidak mencapai 2000 meter, gunung itu terlihat cukup kecil dibandingkan dengan gunung lainnya seperti Merapi, Merbabu, Sumbing dan Sindoro yang terletak di sekelilingnya. Perjalanan mendaki gunung biasanya dilakukan dengan melihat kondisi musim dimana musim kemarau seperti bulan Juni-Agustus adalah musim favorit para pendaki. 
Kali ini kami tidak memilih itu dan bulan Januari kami pilih sebagai waktu yang pas. Pendakian di awal tahun kami rasa cukup menarik karena kami membuka tahun lagi-lagi dengan kegiatan jalan-jalan yang menyenangkan. Kami berharap tidak akan menemui hujan saat naik maupun turun. Dari informasi yang diterima, pendakian akan berlangsung dalam waktu sekitar satu hingga dua jam sehingga kami pikir pendakian tidak akan terlalu melelahkan seperti gunung lainnya. Kami berangkat dari Yogyakarta yang berjarak juga hanya 2 jam perjalanan.
Sesampainya di basecamp pendakian, kami melakukan lapor diri dahulu kepada petugas setempat untuk kemudian mulai melakukan perjalanan. Disana kami bertemu dengan pendaki dari daerah lain dan akhirnya kami bisa berbincang akrab sepanjang pendakian. Mendaki di waktu malam memang lebih enak dibandingkan siang hari karena suhu yang cukup dingin. Namun pemandangan yang tidak terlihat sepanjang pendakian membuat kami harus bersabar untuk menunggu tiba di puncak. Kami sengaja pilih mendaki di dini hari supaya lebih cepat sampai di puncak dan segera beristirahat. 
Sesampai di puncak kami segera mendirikan tenda dan tertidur pulas. Suasana yang cukup berangin membuat tidur terasa nikmat walaupun kami hanya tidur untuk beberapa jam sebelum bangun untuk melihat sunrise . Pagi telah menjelang akan tetapi sang surya tidak terlihat karena kabut masih menutupi area puncak gunung, sehingga harapan kami untuk melihat matahari terbit pupus sudah. Kami mengawali pagi dengan kondisi dingin dan penuh dengan kabut. Akhirnya kami putuskan untuk menunggu.
Kami terpaksa menunggu beberapa jam hingga kabut turun dan kami melihat pemandangan sekitar puncak gunung. Begitu jam tangan menunjukkan angka 8 barulah kabut perlahan turun dan kami mulai terpaku melihat keindahan alam yang tersaji di depan mata. Lokasi gunung yang berada di antara gunung-gunung di Jawa Tengah membuatnya semakin strategis. Walaupun tidak terlalu tinggi namun benar-benar terasa mengagumkan.
Kami merasa sangat bersyukur berada disana dengan menikmati pemandangan yang sangat indah. Ciptaan Tuhan yang sangat besar dengan ukiran dan penempatan gunung yang sangatlah tertata rapi. Kami tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk segera mengabadikannya ke dalam layar kamera. Tak lupa pula kami keluarkan bendera merah-putih yang telah disiapkan. Kami ingin mengabadikan foto bersama bendera ini untuk menunjukkan bahwa memang benar inilah salah satu keindahan yang diturunkan di alam Indonesia. Rasa nasionalisme yang ditunjukkan meskipun hanya melalui sebuah foto, akan tetapi ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. 

Sepulang dari mendaki kami pun merasa sadar dengan semakin seringnya melakukan perjalanan baik itu ke pantai, gunung atau manapun, maka akan meningkat pula rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap negara ini. Terutama dengan berjalan-jalan di Indonesia mengingat Indonesia yang sangat luas membentang dari Sabang hingga ujung timur di Merauke.
Rasa nasionalisme menjadi berkobar ketika melihat keindahan alam yang ada. Umumnya, rasa nasionalisme akan terbentuk dengan semakin seringnya melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Bagaimana kita merasa sungguh bersyukur dengan adanya ciptaan Tuhan yang maha indah. Merasakan hal ataupun tempat yang tidak ditemukan di tempat lain adalah hal yang patut disyukuri. 
Pada akhirnya pada setiap kesempatan jalan-jalan akan selalu terselip hal baru maupun kebanggaan baru. Yaitu hal baru karena kita mengenal sesuatu asing mengenai tempat itu dan juga kebanggaan baru karena kita mengenalkan keindahan daerah asal kita baik kepada sesama turis lokal maupun mancanegara.  
Sehingga ungkapan yang mengatakan kalau “jalan-jalan akan menambah wawasan dan rasa nasionalisme” itu memang benar adanya.  Bagaimanapun caranya, kebanggaan dan rasa nasionalisme terasa sangat berharga walaupun melalui sebuah foto.
(Tulisan ini disertakan dalam lomba "jalan-jalan nasionalisme" yang diadakan oleh Travel On Wego Indonesia)

Tuesday, 4 August 2015

Trio Gili yang berlanjut ke Sumbawa

Lombok? Mungkin sebagian orang mengenal Lombok sebagai tujuan wisata berikutnya setelah Bali. Hal ini dapat dimaklumi mengingat lokasinya yang terletak di sebelah pulau Bali, yang merupakan tujuan utama wisatawan lokal maupun mancanegara. Sebagai suatu pulau, Lombok memiliki tempat wisata yang cukup terkenal yaitu Trio Gili yang terletak di selat lombok, atau tiga pulau kecil (Gili dalam bahasa lokal artinya pulau kecil) mencakup Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Trio Gili ini sangat terkenal terutama bagi wisatawan mancanegara karena keindahan pantai dan lautnya, disamping keunikan tersendiri yang ditawarkan di Gili tersebut.

Gili Trawangan sebagai Gili utama dan terbesar menjadi pusat dari ketiga Gili tersebut. Hal ini karena banyaknya spot untuk menyelam atau sekedar snorkeling. Di sepanjang pantai pun juga dipenuhi dengan adanya warung makan, bar hingga restoran dengan harga yang bervariasi. Hal yang unik disini adalah adanya aturan yang melarang penggunaan kendaraan bermotor sehingga dipastikan area Gili bebas dari polusi kendaraan. Transportasi yang dibolehkan hanyalah sepeda dan cidomo (semacam dokar) sehingga wisatawan bisa menikmati keindahan pulau kecil ini.
Hal unik lainnya adalah, penduduk lokal tinggal di tengah pulau, sedangkan sepanjang pinggir pantai (terutama bagian timur) merupakan area wisatawan termasuk hotel dan guest house yang bertebaran. Suasana di Gili Trawangan mulai hidup sejak tengah hari hingga menjelang pagi hari. Di malam hari, suasana menjadi sangat hidup terutama karena banyaknya wisatawan asing terutama dari Eropa dan Amerika yang bersantai di sepanjang pantai maupun sekedar di bar atau restoran.
Trio Gili ini memang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi karena wisatawan dapat menikmati keindahan pulau, pantai dan laut , disamping itu juga bisa menikmati sensasi malam Gili Trawangan yang benar-benar “hidup”, yang tentunya dirasakan di Gili Trawangan. Kalau menginginkan suasana yang sedikit lebih tenang, maka kamu dapat memilih Gili Meno maupun Gili Air merupakan yang lebih tenang. Sehingga Gili Meno dan Gili Air lebih cocok untuk berbulan madu maupun menikmati ketenangan alam dibandingkan Gili Trawangan yang sangatlah padat.
Lokasi Trio Gili cukup strategis memudahkan wisatawan untuk menuju kesana. Banyak transportasi yang tersedia. Kamu hanya perlu menyeberang dari pelabuhan Lembar di Lombok Barat menuju Gili selama kurang lebih 45 menit. Sedangkan pelabuhan Lembar menuju Bandara Internasional Lombok (LOP) yang berada di Praya, Lombok Tengah dan berjarak kurang lebih 1 jam berkendara.
Dewasa ini banyak penerbangan langsung menuju Lombok dengan harga yang terjangkau. Kamu akan dimanjakan dengan berbagai pilihan diantaranya adalah Garuda IndonesiaLion AirCitilinkBatik Air, dan Wings Air. Penerbangan langsung ddengan berbagai maskapai dapat dilakukan dari beberapa kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Denpasar.
Selesai mengunjungi Trio Gili, kamu dapat melanjutkan perjalanan ke Sumbawa (SWQ) dengan penerbangan langsung maskapai Wings Air. Sumbawa terkenal dengan berbagai wisata alam seperti pantai, gunung Tambora yang terkenal karena letusannya yang dahsyat maupun Pulau Bungin yang terkenal sebagai pulau terpadat di dunia. Hal ini menjadikan Sumbawa menjadi destinasi wajib dikunjungi setelah Lombok dengan Trio Gilinya.


Banyaknya opsi penerbangan membuat kamu dengan mudah mengunjungi Nusa Tenggara Barat hanya dalam sekali periode dengan mendarat di Lombok dan Sumbawa. Sebagai destinasi wisata yang mulai populer, kamu harus mencoba wisata disini untuk menjadikannya sebagai salah satu liburan yang palling berkesan.