Sunday, 15 December 2013

Passion?

Passion oh passion..
Kuliah oh kuliah..
Apakah ada hubungan antara keduanya? Kenapa kita terkadang lupa dengan passion dan hanya fokus sama kuliah.. Sekarang kuliah mendekati garis finish dan masihkah kamu melupakan passionmu?
Justru itu masa akhir kuliah harus dimanfaatkan dengan baik, mengisi waktu luang dengan memperkuat passion atau seitdaknya cari passionmu. Apakah ada hubungannya dengan dengan masa depan? tentu ada dong :D Apakah kerjaan harus sesuai dengan kuliah? Haruskah? Fenomena yg terjadi sekarang ini banyak orang yang bekerja jauh diluar jurusan kuliahnya. Dan itu seperti sebuah kejutan banget sih. Ya aku sih setuju aja sama fakta yg aku temuin ini. Penelitian bahkan ngungkapin bahwa kuliah hanya digunakan 10% di dunia kerja, sisanya? passion atau softskill tentunya. Haruskah membagi waktu kuliah dan softskill? Tidak harus,itu kan pilihan. Boleh setuju boleh tidak, karena softskill itu jauh lebih membantu meskipun hardskill juga diperlukan *dikit*. Singkat aja, manfaatkan sisa  kuliahmu yg selama ini terbuang hanya fokus kuliah apalagi habis untuk nongkrong dan main. Isi dengan passion, atau minimal cari passionmu! Ini penting bro, percaya gag percaya banyak yg buktiin. Misal kamu tertarik di dunia musik, yaudah isi kegiatan di dunia musik bahkan kalau bisa sampai menghasilkan uang dari musikmu itu. Atau kamu tertarik dengan dunia menulis, yaudah nulis artikel atau novel trus kan dibaca orang, siapa tau orang tertarik dan mau membayar hasil tulisanmu itu. Gampang kan? Gampang gampang susah sih sebenernya. Yaudah it is only a choice of life. Trust me it works :) 

Monday, 25 November 2013

Keep chasing!

Target? what is the target? This is something you need to complete at the period punctually. Please, do not postpone your target on saying "ah i will do it later". I t means that we have poor mentality. Wise people said that if we can finish now, why should tomorrow or later??
2014 is imminent. Preparing a new life for graduation on May (God bless me, Amin) , scholarship-hunting year, be a cook,  etc ? yeaah i have to struggle and keep chasing my target!! Germany wait for me. My childhood dream is still Europe with all of advances. Land of Ideas :)
But do not forget. You can't be idealist everytime because you'll find a moment where you have to be realistic. I mean that mix both is better that, you are flexible to adapt moment of being idealist or realistic. It is up to you because life is about choice and choices are ought to be under control, indeed.

Friday, 11 October 2013

Sabar itu buahnya manis mas bro :)

Mungkin ini hanyalah lanjutan tulisan sebelumnya tentang kesabaran menunggu dosen yang super duper sibuk. hehehee
Penantian panjang dengan emosi, kesabaran dan keringat berbuah manis. Ujian yang sempat ditunda memang membuat hati menjadi panas. Gimana tidak saat H-1 dan semua sudah siap termasuk belajar semalaman, harus tertunda gara-gara dosen membatalkan sepihak. Ada acara ke luar kota atau apalah peduli amat. Itu yang pertama terpikirkan, wajar lah kalau emosi sesaat.  Dosen pembimbing yang juga super sibuk pun meminta hari lain karena seminggu ke depan setelah hari penundaan juga tidak bisa. 25 September 2013 harusnya menjadi sidang jatek *kerja praktek* namun tertunda. Emosi dan hanya bisa menghela nafas. Sabarr eh sabar.
Setelah penundaan itu, beruntung semangat untuk mengejar ujian tetap berkobar. Mental baja ala bavaria *karena gua pengen ke tanah bavaria hahaha* tetap harus ditanamkan demi kesuksesan ke depan. Dukungan dari keluarga, teman2 dan someone special berinisial RAK *baca aja cadel* cukup menambah semangat. Hari demi hari menunggu kepastian dosen penguji dan pembimbing. Bahkan ketika seminggu penuh hampir semua dosen melakukan kunjungan ke Thailang tetap saja harapan dan usahaku tak padam. Mondar-mandir ke ruangan dan lab dosen masih saja belum ada kepastian.
Pucuk dicinta ulam tiba, pada tanggal 7 Oktober 2013 akhirnya mendapat kepastian ujian untuk hari rabu 9 Oktober 2013. Semacam puas dengan usaha tak kenal menyerah ini dan semangat makin membubung tinggi dengan adanya kepastian. Tepat pada hari rabu atau 2 minggu setelah penundaan ujian berlangsung dengan lancar. Apakah ini buah dari kesabaran dan usaha yang tak kenal lelah? Ah peduli amat sama itu semua, yg aku tau cuma hidup itu perlu kesabaran, usaha dan doa terus-menerus.
Rasanya puas setelah ujian, waktunya move on ke tahap terakhir yaitu skripsweet, kalo kata orang skripsh*t hehehe. Sekarang bisa bernapas lega untuk sementara waktu. Dan aku cuma bisa ucapkan terima kasih banyak buat dosen penguji dan pembimbing yang mengajari ilmu kesabaran dan semangat tanpa kenal lelah.  Vielen Dank Herr! Merci Monsieur! Sagol! Makasih Pak!

Iya emang bener orang sabar itu disayang tuhan, ya meskipun sempet emosi sesaat hehehe. sorry because i am just a normal human who couldn't keep my patience at times :) 
and finally i'm coming minithesis *skripsweet* #MayorAugust2014

Kuliah dan passion, nyambung ya?

Apa sih tujuan dari kuliah? Cari kerjaan, cari ijazah atau ? coba pikirkan sekarang sejak awal kuliah hingga lulus (amin). Apa sih yang kita dapatkan? Pengalaman atau hanya nilai? Benar. Nilai itu penting karena nilai menentukan IPK dan IPK menjadi tiket masuk ke dunia kerja. Tetapi apakah hanya cukup focus ke IPK itu penting? Kebanyakan dari kita terlena dengan hal ini dimana kuliah hanya mengajar IPK cumlaude yang katanya sangat prestise. Aku sendiri mungkin tidak termasuk satu diantara mereka karena aku memang tidak berniat IPK cumlaude tetapi justru pengalaman ditunjang dengan skill dan passion yang mumpuni. That’s it. Selama kuliah di TIP UGM aku mencari apa itu passion dengan mengikuti berbagai kegiatan di dalam dan luar kampus. Ya tentu saja berakibat pada rasa lelah yang luar biasa di awal ditambah jadwal yang sempat berantakan. Itu semua hanyalah cerita yang mewarnai kehidupan selama kuliah dan menjadi kenangan manis. Mulai dari organisasi internal, eksternal hingga kepanitiaan event yang sangat wah sudah pernah dirasakan. Ibarat kata sudah sedikit makan asam garam hehehe. 
Kembali ke topik yang tadi kalau aku kuliah untuk mencari passion dan skill sedangkan IPK hanyalah aksesoris bagiku  ijazah? Kerjaan? Itu juga hanyalah pelengkap yang harus diperoleh. Sekarang ini yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mencari uang, bukan mencari kerja. Am I right? Diulangi lagi yaitu bukan cari kerja tapi cari uang. Caranya? Ada hubungannya dengan passion? Yap tentu saja, passion itu ketertarikan kamu terhadap sesuatu dan kamu jalani itu dengan antusias. Beda lho passion sama hobi. Kalau hobi kan lebih ke refreshing kan? Bahkan passion itu bisa memberikan kita karir yang cemerlang yang ujungnya mendapat kerja dan uang. 
So, kuliah selama kurang lebih 4 tahun itu harusnya dimanfaatin buat nemuin passion yang ada, selow aja pasti ketemu kok.  Tetapi bukan berarti mudah, kita harus berusaha keras supaya passion itu benar-benar cocok sama kita. jadi saat lulus kuliah nanti,kita sudah punya pegangan yaitu passion kita. Rejeki yang didapat dari passion itu rasanya wah banget. Semacam cetar membahana gitu deh hehehe. Coba deh pinggirin dulu niat utama buat cumlaude, ijazah dan kerjaan, utamain passion,skill dan pengalaman. Dijamin pasti beres . trust me it works ! 


Thursday, 19 September 2013

Kesabaran itu penting *sabar nungguin dosen sibuk*

Waiting is boring. Bener. Itu yang ak rasain saat menunggu kepastian dari dosen. Dosen yang cukup sibuk memang menguji kesabaran mahasiswa.  Entah terencana atau tidak, kami mendapat dosen pembimbing yang cukup sulit ditemui plus dosen penguji yang tak kalah sibuk. Mereka berdua yang sama-sama memiliki aktivitas lain di luar kampus tentu seharusnya tetap memikirkan nasib mahasiswa bimbingan seperti kami. Bahkan kami sempat kesal dengan lamanya waktu tunggu dan terbuangnya waktu untuk mencari mereka. Tapi dari sini ak belajar akan kesabaran pasti membuahkan hasil. Selama 4 bulan mencari, menunggu plus menggerutu menghasilkan ACC dari dosen. Setelah KKN mendapat dosen penguji yang juga cukup sibuk membuat waktu ujianku mundur seminggu. Mencari di ruang dan laboratorium tempat dosen mangkal tetap saja nihil hasilnya. Justru ak berhasil menemui beliau di luar ruangan. Tanpa pikir panjang ak pun langsung menghadap dan meminta tanda tangan sebagai kepastian beliau untuk bersedia menguji. Selama seminggu mencari satu tanda tangan dan berhasil. Akan tetapi ada hikmah dibalik itu semua yang jauh lebih penting. Kesabaran itu pasti membuahkan hasil yang menggembirakan. Terdengar normal kalau ak sempat menggerutu akan ketidakberadaan dosen di tempat atau sms yang tak dibalas. Tetapi justru semua itu menjadi kekuatan tambahan untuk tetap sabar mencari dan menunggu dosen. Hal kecil tapi akan bermanfaat nanti di masa depan. Satu tanda tangan plus seribu kesabaran dan sedikit rasa kesal terasa sangat menyejukkan hati. 
Jadi menunggu itu membosankan tetapi jangan cuma menunggu tetapi carilah dan kejarlah apa yang kau tunggu. Tidak hanya sekali, mungkin berpuluh bahkan beratus kali kau gagal mendapatkan. Hanya gunakan satu kunci yaitu kesabaran demi mendapatkan apa yang kau tunggu. Saatnya bersiap menghadapi sidang kerja praktek di hadapan dua dosen yang super sibuk. Mereka mau meluangkan waktu untuk mengujiku dan sekarang saatnya aku mempersiapkan diri untuk memuaskan mereka atas hasil kerja keras selama kerja praktek ini. Sehingga tidak hanya mengejar kata “Lulus” tetapi juga kepuasan tersendiri yang mungkin tidak ternilai harganya.
Mari menghitung mundur waktu sidang dan persiapkan skripsi setelah sidang. Viel Glueck!

Friday, 30 August 2013

KKN = loncatan awal ke depan

KKN memang kesempatan untuk melatih kebersamaan dan kedewasaan dimana emosi bakal diuji selama 2 bulan. Hidup bersama serumah dengan teman yang biasanya tidak bersama tentu akan melahirkan banyak cerita baik positif seperti saling berbagi hingga negative yaitu masalah internal dan eksternal. Kebersamaan akan terbentuk karena mau gag mau kita harus hidup dengan berbagai macam karakter dan bertemu itu setiap hari. Merasa bosan? Sebel? Of course! Semua sifat pribadi akan terungkap selama KKN mulai dari manja, malas, egois, dll. Kalau kita hanya melihat dari satu sisi maka sisi negative yang didapat. Cobalah lihat dari sisi lain, sesuai pepatah “lihatlah hidup dari berbagai sisi niscaya kamu akan menyadari betapa banyak orang yang tak seberuntung dirimu”.  Sisi positif KKN adalah munculnya kedekatan karena selalu hidup bersama, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya “cinlok” atau cinta lokasi dalam periode 2 bulan.
Sebelum memilih dan menjalani KKN, pastikan bahwa kita siap mengambil segala resiko yang akan dihadapi. Tentunya dengan buah yang setimpal dengan resiko yang didapat. Segala kemungkinan positif dan negative tentu sangat memungkinkan terjadi. Disini mental diuji, apakah kita mampu menguatkan mental atau malah mental menjadi down. Sebagai contoh KKN 2013 adalah bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri, dimana kedua hal itu sangat penting bagi umat islam dan di negara ini identik dengan berkumpul bersama keluarga. Resiko pertama yang dihadapi tentu adalah menjalani ibadah puasa dan lebaran di luar keluarga besar. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya?? Mungkin terasa berat bagi yang sedikit manja. Resiko kedua adalah tempat KKN yang jauh (Lombok timur) dan sama sekali tidak mengerti bahasa, budaya dan karakter penduduknya mengharuskan kita untuk beradaptasi dan menghormati budaya mereka. Resiko ketiga adalah kendaraan untuk menjalani hari-hari KKN dan makanan selama 2 bulan. Disusul resiko berikutnya yaitu perpecahan internal yang dapat menghancurkan keutuhan tim dan program KKN yang tersendat karena suatu hal mendadak.
Disinilah mental dan kedewasaan berbicara. Apa sih output dari KKN? Pertama kita ‘lulus’ dari KKN ini menjadi seseorang yang bermental tangguh, dewasa dan mampu mengontrol emosi. Kedua adanya something special yang ditinggalkan di desa / dusun tempat KKN sehingga berkesan bagi warga setempat. Ketiga yaitu program yang terselesaikan dengan baik. Ketiga hal tersebut wajib diraih mengingat sebagian besar hanyalah berpatokan pada poin ketiga yaitu program selesai tanpa memandang poin pertama dan kedua. KKN 2013 ini dapat diibaratkan dengan bulan ramadahan yang penuh dengan tantangan dan harus mengendalikan hawa nafsu. Idul fitri yang berupa hari kemenangan juga sama dengan saat penarikan KKN. Kita keluar dari KKN menjadi diri yang baru dan siap menjalani tantangan selanjutnya baik itu kulia, skripsi hingga masa depan yang tak pasti.
Jadi selama KKN yang hanya 2 bulan ini, cukuplah kita sedikit paksakan untuk betah dalam menjalankan program maupun bersosialisasi karena ini semua akan menghasilkan sesuatu yang manis maupun menjadi cerita manis di masa depan mengingat KKN hanya sekali seumur hidup.
Tetap sehat tetap semangat. Cuma 2 bulan untuk selamanya. Viel Spass!

Mari Merantau

Merantau. Sejenak kita akan berpikir apa arti dari kata merantau? Adakah hubungan antara merantau dengan kepribadian? Merantau itu pergi ke tempat yang jauh dari kampung halaman untuk bekerja, menuntut ilmu atau lainnya dalam waktu yang cukup lama.  Kenapa orang harus merantau adalah karena mereka mencari pekerjaan atau pendidikan yang lebih layak. Bahkan nantinya banyak diantara mereka yang menetap di tempat perantauan, walaupun sebagian juga pulang ke kampung halaman setelah merantau. Banyak contoh yang ada di sekitarku yaitu teman-teman saya merantau dari berbagai daerah di Indonesia untuk sekolah atau bekerja di Jogja. Mungkin itu hal yang terasa baru bagiku mengingat selama ini aku menghabiskan hidup hingga kuliah di Jogja. Bukan tanpa alasan orang tua melarang kuliah di luar Jogja mengingat biaya yang dibutuhkan cukup besar, disamping itu aku masih dianggap belum siap untuk hidup di luar Jogja. Awalnya sempat merasa kecewa dengan tidak diijinkannya kuliah (merantau) ke luar. Aku juga menyadari bahwa aku sendiri belum siap. Selama kuliah aku berusaha membuktikan kepada orang tua bahwa aku pantas dilepas ke luar sana, mengingat aku juga sebagai seorang cowok, calon ‘pria’ dan ‘bapak’, dengan melakukan berbagai aktivitas yang menuntut dan melatih kedewasaan dan emosi. Walaupun belum merantau lama, setidaknya pernah kerja praktek di Batang sebulan dan kali ini KKN di Lombok selama dua bulan.
Semacam taruhan ketika melakukan hal tersebut mengingat merantau tentu memiliki banyak resiko disamping keuntungan tersembunyi yang nantinya aku dapatkan seusai ‘lulus’ atau pulang ke kampung halaman bahkan berguna di masa depan nanti. Tantangan yang akan dihadapi yaitu jauh dari orang tua dan keluarga yang senantiasa melindungi apabila sakit atau mendapat masalah. Karena di tempat rantau ‘jauh dari Jogja’ aku harus berjuang sendiri dan tidak bisa pulang ke rumah sesuka hati. ada orang bilang, warga lokal saat KKN, “merantau itu ibarat taruhan,kita gag tahu hidup kita nanti malam seperti apa, nanti mau makan apa dan mau kerja apa. Jadi siapin diri aja”. Semacam ngeri mendengar ucapan itu tetapi apabila disimak maka ada pesan tersirat dibaliknya. Resiko tinggi pasti menyimpan hadiah besar pula. Apakah hadiah itu? Kita menjadi lebih bisa bersosialisasi atau terbuka terhadap warga lokal, karena dengan kita yang tidak mau bersosialisasi maka kita akan menghadapi masalah yang mungkin dapat mengancam keselamatan. Dengan itu maka kita dapat menjadi orang yang berpikiran terbuka karena menerima banyak hal baru, meskipun tetapkan prinsip ‘filter’ yaitu saring yang baik dan buang yang buruk’. Selanjutnya kita akan menjadi orang yang lebih bebas berkreasi dengan mencari pekerjaan atau sesuatu untuk bertahan hidup agar ‘dapur kos atau rumah tinggal tetap menyala’. Kalau orang bilang itu ‘get out of blue ocean and survive with corals, ships, pirates and storms’. Maksudnya? Keluarlah dari zona nyaman (samudera) dan hiduplah bersama tantangan hidup (karang, kapal, bajak laut dan badai).
Coba bayangkan kalau kita berada di tengah samudra maka yang kita lihat hanyalah laut biru sepanjang mata memandang, ini yang disebut dengan zona nyaman. Kita gag menyadari bahaya apa yang datang sehingga kita menjadi tidak waspada. Sekali bahaya menerjang maka hancurlah kita. Maka biasakanlah hidup dengan bahaya atau tantangan hidup. Dengan begitu maka sikap waspada selalu kita punyai sehingga tantangan demi tantangan dapat diatasi. Tantangan yang datang itu datang silih berganti dan tidak dapat diketahui kapan waktunya. Singkatnya dapat dibilang kalau merantau adalah hidup bersama tantangan tersebut. Tatangan di luar selalu lebih hebat daripada tantangan di dalam. Karena itulah KKN dua bulan di Lombok ini menjadi batu loncatan untuk merantau lebih jauh serta proses pendewasaan diri secara perlahan yang nantinya akan berguna.

Aku ambil pilihan KKN ke Lombok bukan tanpa alasan, mengingat apabila hanya KKN di Jogja maka pengalaman yang diperoleh tidak sebanyak apabila di luar daerah apalagi luar pulau. Pengalaman bertemu dengan orang baru dan budaya baru akan memperkaya dan meningkatkan kualitas hidup. Output dari KKN ini adalah menjadi seorang pria, bukan cowok, tau kan arti pria? Dewasa, mampu control emosi, lebih sabar dan menghargai sesama. KKN di Lombok ini mungkin hanyalah ujian awal sebelum melalui ujian rantauan berikutnya karena durasi yang hanya dua bulan. Sepulang KKN, masih banyak yang harus dikerjakan dan setelah lulus nanti dunia yang luas siap menyambut kehadiran, terutama Benua Eropa hehehe J. Mungkin nantinya aku juga akan bekerja di luar sana entah luar pulau atau bahkan luar negeri. Singkatnya aku sangat terkesan dengan para perantau sehingga aku pikir aku harus menjadi perantau demi masa depan yang lebih baik serta lebih mengenal dunia ciptaan-Nya yang sangatlah luas ini. Sempat terpikir bahwa aku harus memilih orang tua atau masa depan mengingat yang namanya merantau berarti harus siap hidup sendiri dan meninggalkan orang tua yang ada dirumah. Dan pada akhirnya masa depan menjadi pilihan utama mengingat orang tua akan lebih bangga melihat anaknya sukses meraih masa depannya. Dan hasil kerja selama merantau nanti akan digunakan untuk merawat (bukan mengatakan membalas budi) orang tua di masa tua mereka nanti. 
Mari merantau, merantaulah sejauh yg kamu bisa, hidup bukan berarti hanya menetap di satu tempat :) 

Thursday, 27 June 2013

Singkat jelang KKN

Anak UGM wajib KKN. Bagus sih, jadi kita bakal ngaplikasiin ilmu biar berguna bagi masyarakat. Waktu 2 bulan itu juga lumayan buat sosialiasi bahkan menjadi keluarga kecil. sebenarnya KKN itu apaan sih? Kuliah Kerja Nyepik hahaha Nyata. Sebuah program wajib dari UGM yg dipegang ama LPPM dengan segala something weird nya including all the f*cking requirements like proposal, procedure, etc -_- Gag kerasa akhirnya siap KKN juga dan kali ini tempat yg aku pilih di Lombok *tematik broo!!. Bakal rasain sensasi puasa dan lebaran di pulau lain. Kangen orang tua? Ada telpon, tinggal telpon trus maap lahir batin hehe, toh kita juga pas lagi wajib kerja di saat lebaran yg biasanya dipake buat berkummpul ama keluarga. Ah biasa aja, anggep itu hal biasa sebagai calon perantau. 
Lombok cuma brapa cm sih dari peta? perjalanan naik bis juga cuma 40 jam, bentarr doang :D program udah siap lah, siap gag siap ntar juga pasti kelar. Sebenernya bingung juga ama program K1, K2 dan K3 bahkan ada R1, R2 dan R3. Jalan aja dulu, ide pasti nemu deh di jalan. Rencana buat ke Rinjani, Gili Trawangan itu bisa diatur. Yg penting itu pengabdian ke masyarakat dulu *sikap* baru liburan. Inget tuh ada 288 jam kerja selama 2 bulan, andai bisa dirapel -__-
H-3 hari meninggalkan Jogja selama 2 bulan, galau juga ini dompet bakal kekuras.
Okay, singkat aja posting menjelang KKN.Besok bakal banyak lagi cerita selama di Lombok. 
Time to pack, be strong,  prepare and brave yourself who will have a KKN like me. 
Au revoir jogja :)

Thursday, 6 June 2013

Ironi pertandingan ujicoba

Dunia sepakbola Indonesia bakal tertuju ke Stadion GBK Senayan pada tanggal 7 Juni 2013. Indonesia bakal meladeni salah satu raksasa sepakbola dunia, Belanda. Tim oranye merupakan tim bertabur bintang walaupun dijuluki juga sepagai spesial runner-up karena hanya mampu 3x menembus final piala dunia.
Partai persahabatan yang akan digelar nanti benar-benar dianggap serius oleh Belanda. Mereka jauh-jauh datang kesini dan membawa pemain terbaik mereka. Robin van Persie yang baru saja membawa MU juara EPL, Arjen Robben yang membawa Bayer Muenchen merebut treble winner dan juga pemain lainnya. Selang beberapa jam setelah tiba pada rabu pagi mereka beristirahat dan mereka melakukan latihan pada rabu malam. Latihan dilakukan karena mereka menganggap pertandingan ini cukup penting dan merupakan pengalaman pertama kali bertemu Indonesia. Dari sisi historis, kedua negara memang terikat kuat, bahkan beberapa pemain Belanda berdarah Indonesia ataupun memiliki kakek nenek orang Indonesia. Acungan jempol saya berikan pada mereka. Serius berlatih dan bertanding nantinya.
Sekarang coba liat tim nasional kita, Indonesia. Apa yg terjadi? Ada semacam ironi yang terjadi disini. Latihan belum diikuti semua pemain dan bahkan menunggu beberapa pemain dari persipura yg belum bergabung. Indonesia yang mengundang Belanda justru terkesan sangat santai dalam menjalani laga ini. Mengapa ini terjadi? Apa kita tidak malu dengan masalah yang menimpa sepakbola nasional dari korupsi, prestasi anjlok sampai terbaginya 2 kompetisi dalam 1 negara. Seharusnya kita bersyukur tim sekelas Belanda mau mengunjungi Indonesia hanya untuk bertandaing, bahkan pemain bintang menyempatkan waktunya untuk bertanding. 
Mungkin benar kata Wim Rijsbergen, ex pelatih timnas. Belanda sang peringkat 9 dunia bertanding dengan peringkat 170? Jauh sekali ini, seharusnye mereka (Belanda) mempertimbangkan *tidak langsung menerima* tawaran itu mengingat tinggal 1 tahun lagi sebelum piala dunia 2014. Ini hanya berkaitan dengan nilai historis yang panjang antar kedua negara, tidak lebih. Mungkin Wim merasa dendam dulu pernah diperlakukan tidak baik oleh PSSI, tetapi ungkapannya saya amini juga mengingat kebetulan Belanda yang serius berlatih menghadapi undangan tidak diimbangi dengan keseriusan Indonesia sebagai tuan rumah yang mengundang mereka.
ckckck mau sampai kapan ini? Sepakbola maju? tingkat Asean aja blum bisa, apalagi dunia. Hal yg instan apalagi prestasi instan itu tidak mungkin. Pembinaan, penyatuan liga dan bla bla bla?? ahh itu hanya janji bual atasan PSSI. Kuping udah capek dengernya  -__- 

Tuesday, 4 June 2013

Gini doang pendidikan kita?

Kalo ngomongin soal pendidikan, entah kenapa selalu kepikiran masalah dan masalah. Dari jaman perang ampe sekarang selalu aja masalah. Mulai dari biaya yang mahal yg berakibat orang miskin gag bisa sekolah sampai sistem rangking yang justru tidak mendidik siswa. Semboyan 9 tahun wajib belajar, yang sekarang ganti jadi 12 tahun sepertinya gag bakal tercapai. Bayangin deh, kalo biayanya aja mahal banget gimana orang yg gag punya bisa bayar? Waduh parah ini. Dari dulu cuma ngomong sekolah gratis sekolah gratis tapi kapan? Waduh keburu berumur deh -_- gag kaget rasanya kalo kita ngliat pendidikan kalah jauh dari negara-negara maju seperti US, Jepang, Jerman. Jangankan mereka, lingkup Asean aja kita udah kalah jauh. Mau sampai kapan ini? Tetangga sebelah keburu jadi manajer kita masih ujian, masa gitu? Hehe jangan sampai deh.
Terus kalo nilai, knapa sih siswa dituntut harus mengejar rangking? Apa itu penting? Gag kasian ama siswa yg dapet rangking terbawah? Haduh ini namanya bukan pendidikan kalo Cuma dituntut kejar nilai atau IP untuk kemudian bersaing dapetin rangking. Ckckck. Yg terbaru coba liat fenomena Unas. Masa siswa belajar 3 tahun nasibnya ditentuin hanya dalam beberapa jam. Trus pelajaran lainnya dikemanain? Kalo boleh nyontek, kita liat Finlandia. Negara kecil dengan 5 juta jiwa penduduk yang bisa menduduki peringkat pertama dalam bidang pendidikan. Kualitas pendidikan yg maknyus terlihat dari tidak adanya persaingan memperbutkan nilai. Siswa yg dapet nilai jelek bahkan terjelek justru tidak merasa malu atau terpojok. Mereka diperhatikan lebih oleh para guru untuk kemudian diarahkan sesuai minat mereka.
Ingat kan ama film Three idiot? Coba apa pesan tersirat dari film itu? Kampus sebagai tempat untuk mendidik keledai sehingga ada mahasiswa yg bunuh diri. Haha . mungkin si Rancho (Phunsuk Wangdu) dianggap sok pinter bahkan berani menggurui Virus. Tapi liat deh,ternyata apa yg dia bilang emang bener. Mungkin negara Finlandia sudah jauh di depan dan menjadi contoh bagi film three idiot untuk kemudian disampaikan pesan tersebut.
Bukannya mau ngejelekin atau gag nasionalis, cuma ak lebih cocok aja ngliat sistem di Finlandia. Kalo Indonesia bisa nerapin itu dijamin deh, orang Indonesia gag kalah ama USA, Jepang dll.
Hahaha. No offend lho,  this is only my opinion and a little criticof our education system 

Wednesday, 29 May 2013

Jalan menuju kesana

Semacam orang penting kali ya? Senin masih di jogja, selasa di jakarta dan rabu pagi udah di jogja lagi. Begitulah yg aku lakukan. Pergi ke Jakarta untuk mengerjaka tes A1 Goethe alias tes bahasa jerman. Terkesan lebay banget kalo orang tau, karena jauh2 dari jogja ke jakarta cuma buat tes apalagi bayar 80 euro, kalo dirupiahin sekitar 850 ribu. waoww mahal banget . tapi gapapalah, demi mimpiku buat pergi ke negara Panzer, apapun kulakukan #prinsip. Sekedar info aja, kalo mau buat visa ke jerman, visa studi, kerja dll itu harus punya minimal sertifikat bahasa A1. Wajar lah, mereka kan bangga ama bahasa sendiri, dan jerman termasuk negara yg kuat bahasanya. That's why i love it :)
Entah sengaja ato gag, kami berangkat tes bahasa jerman hanya 2 hari setelah seantero jerman berpesata menyambut keluarnya Bayern Muenchen sebagai juara eropa. serasa jerman banget :D

singkat cerita, ujian A1 dilakukan tiap bulan tapi aku ambil bulan Mei 2013 bareng ama temen namanya ireng (25, cook). Kami berdua cari tiket jauh hari sebelumnya dan dapetlah tiket pulang pergi jogja-jakarta. setelah mendaftar dan bla-bla-bla, pada h-1 kami bersiap di stasiun untuk berangkat ke jakarta.
Perjalanan dengan kereta g**abaru malam lumayan lah, gag tenang tapi jg gag berisik. Di kursi belakang ada segerombolan bapak2 dari surabaya ngomong kenceng banget dengan logat cak-cuknya -__-
Sampai di stasiun pasar senen, kami langsung cari sarapan. Dan menuju tempat ujian, hanya bermodalkan GPS, karena kami emang niat jalan *padahal karena jaraknya deket, cuma 3 km dari senen* kami berjalan seolah-olah turis melalui jalan2 macet di ibukota. Bahkan sesekali kami ambil gambar di tugu tani. *narsis di kota orang*.  
Beberapa menit kemudian sampailah kami di Goethe, rumah budaya dan tempat belajar bahasa jerman. Waow it's wonderful!! 
horeee ,das ist Goethe Institut Jakarta !

Gag pake basa basi kamipun langsung belajar mumpung ujian jam 10.00. Rugi lah ya kalo kami gag belajar karena biaya ujiannya aja 850 ribu -_-  Aku liat ruangan dan dapet ruang 12 buat ujian nulis, dengerin dan baca. sedangkan ujian ngomong jam setengah 3 -_- akhirnya ujain mulai dan seperti biasa suasana tegang menantang. hape dimatikan dan alat tulis dimasukkan. Di meja cuma boleh ada kartu ujian dan identitas (paspor ato ktp). Listening cukup bisa laa, jadi yakin deh ama hasilnya besok :D Abis itu kelar jam 12 ada dan nungguin sampe jam setengah 3. 
selama nungguin kami ngobrol2 sama beberapa kenalan, ada febri dari unpad, siendy dari surabaya dan mba suci dari jakarta. Sambil makan siang kami ngobrol banyak, ternyata kami punya motivasi berbeda untuk menuju jerman. Mba suci pengen ngikutin calon suaminya, siendy mau jadi au-pair (babysitter), febri juga pengen jadi au-pair, aku pengen studi kesana (amin taun depan) dan ireng pengen kerja di kapal punya perusahaan jerman, entah apa namanya :p. Kami makan siang bersamaan ada seminar tntg budaya dan pndidikan jerman, yg dateng itu salah satunya lektor Goethe Indonesia entah sapa namanya hehe
Makan siang di kantin Goethe Haus Jakarta

Setelah itu kami ujian lisan, dan alhamdulilah ujian lancar, Penanya orang indo sih tapi yg nilai orang jerman asli. Gpp lah, ich bin sicher bei meinem Anwortet! Jam 4 akhirnya satu per satu mulai pulang. Dan kami berdua kembali berjalan menyusuri macetnya jalanan ibukota menuju stasiun senen. Sempat makan dulu di KFC, berlagak orang kaya, padahal cuma mau ngabisin waktu karena kereta kami baru berangkat jam 22.00 :) dan akhirnya kami sampai di stasiun senen dan kembali ke jogja dengan perasaan harap-harap cemas semoga sertifikat A1 didapet. Amiin :) 
Satu pelajaran yg aku dapet dari perjalanan singkat ke jakarta. Berkorbanlah apapun demi mimpimu, jangan takut akan masalah baik itu usia, biaya, tenaga dll. Banyak peserta yg dateng dari luar jawa ke jakarta, banyak pula yg udah kepala 4 masih semangat ujian. Apalagi aku yg masih kepala 2, masih kuliah dan hanya di jogja yg notabene masih di pulau jawa juga *walau org jakarta bilang jawa itu cuma jateng jogja dan jatim, sh.tt* yg penting tetap sehat tetap semangat, jalani harimu dan penuhi mimpimu.
Buat ak pribadi dan teman2 sesama peserta ujian inget, Jerman itu dekat, dan jerman akan menantimu selama kamu berusaha mendatangi. Smakin keras kamu berusaha, semakin keras pula kamu jatuh. Tapi inget semakin keras kamu jatuh maka semakin deket kamu dengan mimpimu.
Denkst wie du koennen denktst, macht wie du machen kannst.
Also bleiben Sie an Gott, dass du sagen willst : Ich will nach Deutschland fliegen! :)


Friday, 24 May 2013

Kisah Awal Jatek

Kerja praktek? Mungkin hal ini terdengar agak ribet karena bagi aku yang pertama kali ngerasain jatek langsung mendapat stigma kalo jatek itu kerja, buat laporan dan ujian. Btw,di beberapa kampus jatek ini dikenal juga dngn nama PKL ,KP ato KL. Those are alike :) Dan ngerinya ujian jatek yang lebih dari 6 bulan sepulang jatek, harus ngulang taun depan. Ngeri guys! ngeri tapi bikin melecut semangat juga sih..
Kisah ini bermula di awal semester 5 dimana aku mendapat kelompok jatek dengan sani dan wayah, sesama orang jogja, sebenarnya mereka asli bantul terutama nama yang pertama disebut itu penguasa bantul huahaha. Oke langsung mulai aja ke awal mula jatek :D first of all, kami bertiga ingin jatek di Bogasari Surabaya, pabrik tepung terigu terbesar se-Indonesia tuh. Proposal jadi, trus dikirim, eh taunya diPHPin ama mereka, nunggu sebulan dan akhirnya gagal jatek disana. Secondly, kami coba masukin ke PTPN XII wilayah 2 Lumajang, dan hasilnya nihil lagi 9. Waktu yang udah semakin mepet dimana kami harus menghadapi UAS tetapi belum mendapatkan tempat jatek. Padahal teman yang lain udah beres dan tinggal berangkat. Akhirnya suatu hari ada dosen yaitu Pak M yang nawarin buat jatek di PT Pagilaran. Semula kami kaget dan tanya dalam hati, kenapa harus Pagilaran? Tetapi karena gag ada opsi lain maka kami putuskan ambil tawaran itu. Dan ternyata ada kelompok lain juga yang jatek disana yaitu bos roy, raka, udin dan pankpunk. Bertujuh kami akan jatek disana dan yaudah nikmatin aja apa yang ada. Dan yang penting harus tetep kompak bertujuh layaknya boyband. Inget kata pepatah? BERSATU KITA TEGUH BERTUJUH KITA BOYBAND hahahahaha.
Sebelum berangkat kami sempat bingung tentang apa aja yang kudu disiapin baik itu topic khusus jatek maupun barang yang dibutuhin selama jatek. FYI, jatek kita dimulai tgl 28 Januari 2013 dan kami baru dapat surat tanggal 23 Januari. What the hell!! Oh my God! Bayangin aja H-5 hari baru dapat kepastian. Salah kita juga sih, tadinya surat sudah sampai sekitar tanggal 20an di kantor direksi tapi ternyata mereka gag punya nomor FTP. Yaudah akhirnya kami yang ksana.
H-1 jatek kami kumpul buat ngomongin apa aja yang dibutuhin dan masih aja bingung. Tapi melalui kerja keras akhirnya semua beres tepat waktu hahaha. Hari H kami siap berangkat pake mobil si wayah dan barang2 yang banyak banget, ngalahin barang2 cewek mungkin.. Rencana kumpul jam 7 di kampus, tapi biasalah jam 7 WIB (Waktu Indonesia Berubah) pastinya molor dan brangkat dari kampus jam set 9. Sebelum itu kami sarapan dulu di rumah makan padang *ditraktir bos nya wayah* huahasik dah. Dan akhirnya berangkat jam 10 an dari Jogja menuju Pagilaran selama sebulan. Bye bye Jogja, see you next month !
Perjalanan kami alhamdulilah mulus lancar tanpa hambatan. Untungnya ada senior kami, kak Safa sebagai penunjuk jalan *tahun lalu dia jatek disana*. Dia berangkat sama pacarnya sebagai penunjuk jalan lewat jalur alternative yang tentunya jauh lebih cepet. Makasih banyak kakak :. 
Next aja, perjalanan kami berakhir jam 1 dan horaaayy we made it alias berhasil sampai dengan selamat. Sampai disana langsung diarahin sama satpam ke rumah pak Subito kepala Litbang dan kami kesana untuk lapor kalo udah datang. Kunci asrama yang udah di tangan langsung buka pintu asrama dan time to rest now. Asrama mahasiswa cowok gag jelek amat tapi juga gag bagus2 amat. Lhah gimana dong? Selow ah buat cowo itu biasa yang penting bisa tidur dengan tenang trus listrik dan air ada *ini nih jadi masalah nantinya*. Kami istirahat sementara kak Safa entah jalan kemana dan keluarga wayah cari gorengan *cemilan*. Dan ternyata gorengan disini murah banget cuma Rp 500 dan gede2 pula. Bayangin deh gorengan kalo di Jogja atau dimana gitu bisa dijual Rp 1000-2000. Udara dingin yang nusuk tulang *maklum orang daerah panas* cocok banget kalo ditemeni ama gorengan panas yang masih mengepul. Hmmm maknyus pemirsa :D. Sekitar jam 3 sore keluarga wayah pulang duluan dan kami tentunya makasih banget sama mereka : dan jam 4 gantian kak Safa dan pacarnya pulang. Kami harus berterima kasih juga dong ini :.  Setelah mereka pulang barulah kami taruh barang ke lemari dan ada yang udah molor dengan nikmatnya. Kami siap menjalani hidup baru *cuma sebulan* di Pagilaran. Pagilaran here we are!!!!!!.
Tim Jatek Pagilaran


Saturday, 18 May 2013

Essay about Holland!


Small but big, it’s named Netherland

Netherland?   What do you think about a small country located in the side of north sea? Yeah, it’s a small but a big country too.  If we look at location so we will judge as a small one, but if we look from other sides, for example football and dam, I guess we will say that Netherland is a big country. Marvelous, interesting and wonderful!! Netherland has a wide of 42,679 km2, which no wider than East Java. With approximately 16 millions citizens, smaller than Indonesian, they colonized many countries, included Indonesia. It’d happened and now we have to learn much precisely from them.
When we’re talking about football, netherland has a great football team. Do you know Ruud Gullit, Marco van Basten and Robin van Persie? It sounds similar on our live especially for who likes to watch football. They were a champions of Europe on 1988 in Euro Cup held in Germany. Their football fans are very fanatic and always show pride of nationality color, which is orange. Ajax Amsterdam, Feyenoord Rotterdam and PSV Eindhoven are the best club of Netherland.

 In addition to football, Netherland was popular for bike. We can ride a bike with a comfortable area because government has provided special track to ride. If you know, number of citizen is fewer than bicycle. In accordance with statistic, each of Dutch has more than one bicycle. Dutch was aware of health so riding bike is better even healthier for them than driving a car or other transportations.

As a one of developed country, Netherland was built from dams. Actually it lies beneath sea level and surprisingly the Dutch are able to build their country in that condition.  They rubbed shore down and pilled up with land or dam so the area would be larger. But danger always threat anytime because if the dams cracked then the land will be flooded because sea level is much higher. Dutch’s proverb said “God created whole World, but not for Netherland because we built it by ourselves”. It seems very arrogant for us to hear that. It’s no doubt when they dried shore and lake then filled with a land to be dwindled. It’s called reclamation. They had processed it since decades ago.
   
Along the time running, global warning’s effect causes a raise of sea level slowly, which is protection of land should be improved continually. This condition makes them to be master of water management system. Nowadays we can say that Netherland is a buddy of sea.  It could be a great experience for those who studies water management system to learn.
  
We can reach a huge number of knowledge that could be applied in Indonesia. Indonesia have a harmonic affair with Netherland, so this is our chance to study there.

Friday, 17 May 2013

Hallo

Hallo alle, wie geht's? how are you?
Alhamdulillah akhirnya ak buat blog buat nuangin ide nulis yang antri di kepala *bukanantrisembako* hahaha. Sebenernya 2010 udah punya blog, buat pas praktikum tapi lupa password dan akhirnya udah gag ngurusin hhe tapi sekarang waktu yang tepat buat kembali aktif di dunia blog. 
Buat kamu yg suka menulis dan paham tentang blog,ajarin saya dong tntg cara mengoprek blog ini.
Sekian dulu salam dari saya, Bani, si anak jogja calon penakluk tanah eropa. Amin! :)
https://twitter.com/benbanii